Abdi Sitohang Berpulang

CIVITAS akademika Unika Santo Thomas Medan melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan, saat jenasah almarhum Abdi Sitohang, SE, M.Si dibawa ke kampus Unika Santo Thomas Medan, Senin (8/4/2013).

CIVITAS akademika Unika Santo Thomas Medan melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan, saat jenasah almarhum Abdi Sitohang, SE, M.Si dibawa ke kampus Unika Santo Thomas Medan, Senin (8/4/2013).

Abdi Sitohang

Abdi Sitohang

MEDAN, VERITAS – Sabtu (8/4/2013) sore sekitar pukul 15.00 WIB, cuaca di sekitar Tanjung Sari, Medan, sedang panas-panasnya. Tapi kondisi itu tidak mengurangi semangat ratusan mahasiswa, staf pengajar dan pegawai di Unika Santo Thomas yang setia menunggu almarhum Abdi Sitohang, SE, M.Si di komplek FE Unika Santo Thomas Medan. Raut wajah sebagian, menyiratkan kesedihan yang teramat dalam.

            Ya, sore itu, pihak kampus memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas di Tanjung Beringin, Dairi, Sabtu (6/4/2013). Sedianya, almarhum yang merupakan Ketua Departemen Akuntansi tersebut akan tiba di kampus sekitar pukul 16.00 WIB, tetapi sejak pukul 15.00 WIB, civitas akademika sudah membentuk barisan di depan gedung FE lengkap dengan jaket almamater untuk menyambut kedatangan almarhum.

Suara ambulans yang bergema sekitar pukul 16.00 WIB sontak membuat seluruh civitas akademika yang hadir histeris dan menangis. Lirik lagu ”Terpujilah wahai engkau Pak Abdi Sitohang” mengiringi kesedihan civitas yang hadir saat almarhum tiba di kampus.

Istri almarhum, Romasi Lumbangaol, SE, M.Si bersama kedua anaknya tak dapat menyembunyikan kesedihan. Kesedihan semakin terasa mendalam, ketika Drs. Robinson Sipahutar, MBA, dosen sekaligus sahabat almarhum di FE membacakan sebuah puisi.

Secara bergantian, civitas akademika mulai dari Dekan FE, Drs. Sarimonang Sihombing, MBA, perwakilan dosen, perwakilan mahasiswa dan alumni turut memberika kata-kata perpisahan.

“Almarhum Abdi Sitohang adalah dosen terbaik yang kami kenal. Orang yang baik memang cepat dipanggil Tuhan,” kata seorang perwakilan alumni.

Setelah kata-kata perpisahan, penghormatan terakhir almarhum dilanjutkan dengan prosesi ambulans mengelili halaman depan gedung FE Unika Santo Thomas sebanyak tiga kali. Di hari yang sama, almarhum disemayamkan di Gereja Katolik Tanjung Anom dan keesokan harinya, Selasa (9/4/2013), almarhum dikebumikan di kampung halamannya di Tiga Dolok, Siantar.(Martina Situmorang)

This entry was posted in Berita Kampus and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s