Tak Pernah Permasalahkan Tarif

Feronika Renpoi sedang berlatih tari bersama rekan-rekannya di Charisma Family Medan, Minggu (19/5/2013).

Feronika Renpoi sedang berlatih tari bersama rekan-rekannya di Charisma Family Medan, Minggu (19/5/2013).

SUATU hari di tahun 2003. Sebuah grup tari tamborin tampil di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Simpang Pemda, Tanjung Sari, Medan, tempat Feronika Renpoi Situmeang beribadah. Gerakan yang terlatih dan seirama dengan musik membuat Feronika tidak mengalihkan sedikitpun pandangan matanya dari tarian tersebut.

            Seketika, tarian tamborin itu membuat Feronika tertarik untuk menekuninya. Saat itu, Feronika masih duduk di kelas I SMP Negeri 30 Medan. Namun, usia yang masih sangat muda tak menghalanginya untuk belajar tari tamborin. Dukungan keluarga membuatnya bersemangat untuk berlatih.

            ”Menari adalah hobi yang telah tumbuh sejak saya masih kanak-kanak. Yang membuat saya tertarik untuk menekuni tarian tamborin ini adalah pakaian penarinya yang cantik, mewah dan menarik,” kata Feronika kepada Veritas Unika, beberapa waktu lalu.

Perempuan kelahiran Medan, 7 November 1990 ini menjelaskan, untuk memperdalam kemampuannya akan tari-tarian, Feronika pun berlatih menari dengan rutin di GSJA Simpang Medan, Tanjung Sari, Medan. Seiring dengan ketekunannya berlatih dan prestasi yang diraihnya, Feronika pun kerap dipanggil oleh GSJA lain untuk mengisi ibadah. Selain di GSJA Simpang Pemda, Feronika juga mengisi tarian di GSJA Helvetia dan GSJA Polonia.

Kemampuan yang dimiliki Feronika tak hanya menuntutnya menjadi sebatas penari saja. Feronika pun kerap diminta melatih anak-anak dan remaja di berbagai gereja yang didatanginya. Tak hanya di gereja, anak keempat dari lima bersaudara ini juga diminta melatih tari di berbagai kampus dan komunitas di Medan. Kini, Feronika menjadi pelatih tetap di Sanggar Tari Creativity Music Medan.

”Biasanya permintaan menari dan melatih tari sangat banyak menjelang Natal. Saya bersyukur pada Tuhan. Walaupun demikian, banyak atau sedikit permintaan menari dan melatih, saya tetap gembira dan bersemangat menjalaninya,” kata Feronika.

Selain mengisi tari di ibadah gereja, kampus dan komunitas, Feronika juga beberapa kali menari pada acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dilaksanakan berbagai gereja. Ia juga beberapa kali menjadi juri di perlombaan tari. Meski banyak permintaan menari dan melatih tari, putri dari JH. Situmeang dan M. Siahaan ini mengaku tak pernah mematok tarif resmi saat dirinya diminta menari ataupun melatih.

“Saya tidak mempermasalahkan tarif bila menari atau melatih, apalagi di gereja. Saya anggap itu pelayanan dan saya menikmatinya. Kalaupun ada yang memberikan, saya bersyukur. Pokoknya, saya tidak membuat tarif untuk pelayanan,” katanya.

Meskipun sibuk dengan profesi tari yang sedang digelutinya, Feronika menegaskan tidak pernah meninggalkan tanggungjawabnya sebagai mahasiswa. Sedapat mungkin, Feronika berupaya agar kuliahnya tidak bolong-bolong dan beraktivitas tari setelah kuliahnya selesai. ”IP saya tidak jatuh setiap semesternya,” kata Feronika.

Apa mimpi selanjutnya? Feroniko mengaku, dirinya memimpikan bisa tampil menari di sebuah acara KKR di sebuah stadion sepak bola dan stadion tersebut dipenuhi jemaat. Selain itu, Feroniko juga bermimpi suatu saat nanti membuka sebuah sanggar tari bertaraf nasional.

”Mungkin saat ini saya pesimis, tapi tidak salah saya berbagi. Bisa jadi, setelah ini saya bisa lebih optimis lagi,” katanya.(Roniko Pardede)

 

 

biofile

Nama                           : Feronika Renpoi Situmeang

Lahir                            : Medan, 7 November 1990

Anak ke                       : 4/5 bersaudara

Pendidikan                  : 1. SD Negeri 065011 Medan

                                      2. SMP Negeri 30 Medan

                                      3. SMA Brigjen Katamso Medan

                                      4. Fakultas Ekonomi/Akuntansi Unika Santo Thomas Angkatan 2010

Orangtua                     : JH. Situmeang/M. Siahaan

Alamat                                    : Jl. Setia Budi Pasar 2 No. 45 Medan

Aktivitas                     : 1. Menari di gereja, kampus dan komunitas

                                      2. Pelatih Tari di Sanggar Creativity Music

Motto                          : Bermimpi yang Membuat Kita Terus Hidup dan Berjuang

Prestasi                        : Juara 2 Lomba Modern Dance Berpasangan Ajang Kreativitas dan Musik

                                      Anak Muda se-Sumut di Samosir tahun 2006

This entry was posted in Mahasiswa Berprestasi and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s